Argumen yang Tak Pernah Berakhir
Tanyakan kepada sepuluh penggemar Jin Yong (金庸 Jīn Yōng) untuk memberi peringkat karakter terkuat, dan Anda akan mendapatkan dua belas daftar berbeda dan sebuah pertengkaran. Inilah keindahan dunia seni bela dirinya — sistem kekuatan cukup konsisten untuk mendukung analisis yang nyata namun cukup ambigu untuk memicu perdebatan yang tak berkesudahan. Karakter-karakter ada di periode waktu yang berbeda, menggunakan sistem yang berbeda, dan jarang diuji satu sama lain secara langsung. Namun, kita bisa membuat argumen. Ini argumen saya, dan saya siap untuk membela setiap entri.
Tingkat Dewa: Melampaui Pertarungan Normal
1. Biksu Sweeper (扫地僧 Sǎodì Sēng)
Seorang biksu tua tanpa nama yang menyapu lantai di Perpustakaan Shaolin di 天龙八部 (Tiānlóng Bābù). Ia muncul dalam satu bab dan dengan santai mengalahkan Xiao Yuanshan dan Murong Bo — dua petarung paling berbahaya dalam novel — secara bersamaan, sambil memberikan ceramah tentang filosofi Buddha. Ia memblokir Palu Delapan Belas Pengendalian Naga (降龙十八掌 Xiánglóng Shíbā Zhǎng) milik Xiao Feng dengan dinding energi tak terlihat. Orang ini pada dasarnya tidak bisa dibunuh. Tidak ada karakter lain dalam Jin Yong yang menunjukkan tingkat supremasi tak terikat ini.
2. Zhang Sanfeng (张三丰 Zhāng Sānfēng)
Pendiri Sekte Wudang (武当派 Wǔdāng Pài) yang berusia 100 tahun di 倚天屠龙记 (Yǐtiān Túlóng Jì). Ia menciptakan Tai Chi (太极拳 Tàijí Quán) dan Pedang Tai Chi secara langsung selama pertempuran — menciptakan filosofi seni bela diri yang sepenuhnya baru dalam waktu nyata. Jin Yong menggambarkannya sebagai seniman bela diri terbesar sejak Bodhidharma, yang pada dasarnya berarti "sejak penemuan seni bela diri China." Ketika tiga biksu Shaolin menyerang secara bersamaan, ia membubarkan kekuatan gabungan mereka dengan satu gerakan telapak tangan.
3. Dongfang Bubai (东方不败 Dōngfāng Bùbài)
Pemimpin Sekte Sun Moon Holy Cult di 笑傲江湖 (Xiào Ào Jiānghú) — Pengembara yang Tersenyum dan Bangga. Setelah menguasai Manual Bunga Matahari (葵花宝典 Kuíhuā Bǎodiǎn) dengan biaya kastrasi diri, Dongfang Bubai bergerak begitu cepat sehingga Linghu Chong, Ren Woxing, Xiang Wentian, dan Shangguan Yun yang menyerang bersama hampir tidak bisa mencelanya. Empat petarung elit melawan satu, dan yang satu sedang menang. Hanya sebuah distraksi yang melibatkan kekasihnya yang memungkinkan yang lain untuk melukainya. Dalam kecepatan dan kemampuan bertarung murni, Dongfang Bubai mungkin adalah petarung paling berbahaya dalam novel mana pun karya Jin Yong.
Tingkat Legendaris
4. Xiao Feng (萧峰 Xiāo Fēng)
Petarung murni terhebat di 天龙八部. Sementara yang lain memiliki teknik lebih eksotis, Xiao Feng membuat Palu Delapan Belas Pengendalian Naga terlihat apokaliptik lewat kekuatan internal dan niat membunuhnya. Ia bertarung melawan puluhan master papan atas di Juxian Manor dan mendominasi. Ia berduel dengan Murong Fu dan membuatnya terlihat mudah. Bakat bertarung alaminya digambarkan sebagai sesuatu yang tidak bisa diajarkan — Anda lahir dengan itu atau tidak.
5. Duan Yu (段誉 Duàn Yù) — Dalam Kekuatan Penuh
Ketika Pedang Ilahi Enam Meridians (六脉神剑 Liùmài Shénjiàn) milik Duan Yu benar-benar berfungsi, ia dapat menembakkan energi pedang tak terlihat dari semua sepuluh jarinya secara bersamaan.