Penjahat yang Hampir Anda Maafkan
Jin Yong (金庸 Jīn Yōng) memiliki bakat luar biasa: dia bisa membuat Anda memahami mengapa seseorang menjadi monster. Bukan membenarkannya — tetapi memahaminya. Para antagonisnya yang paling menarik tidak jahat secara alami, melainkan karena keadaan. Mereka mulai sebagai orang biasa yang hancur karena pengkhianatan, obsesi, atau dunia yang menawarkan pilihan yang mustahil. Kejahatan mereka terasa kurang seperti cacat karakter dan lebih seperti respons yang tak terhindarkan terhadap alam semesta yang tidak adil.
Inilah para penjahat yang menghantui Anda — bukan karena mereka menakutkan, tetapi karena Anda menyadari bahwa dalam posisi mereka, Anda mungkin juga membuat pilihan yang sama.
Li Mochou: Siswa Terburuk Cinta
Li Mochou (李莫愁 Lǐ Mòchóu) dari 神雕侠侣 (Shén Diāo Xiálǚ) — The Return of the Condor Heroes — adalah penjahat tragis definitif dari Jin Yong. Dia adalah seorang wanita muda di Sekte Makam Kuno (古墓派 Gǔmù Pài), cantik dan berbakat, yang jatuh cinta mendalam dengan seorang cendekiawan bernama Lu Zhanyuan. Dia berjanji untuk menikahinya. Dia memberinya sepasang saputangan sebagai tanda cinta. Lalu, dia menikahi orang lain.
Itu saja. Itulah seluruh latar belakang ceritanya. Sebuah janji yang patah dan sepasang saputangan.
Dari luka ini, Li Mochou berubah menjadi "Dewa Ular Merah" (赤练仙子 Chìliàn Xiānzǐ) — seorang pembunuh massal yang berkeliaran di 江湖 (jiānghú) membunuh keluarga yang mengingatkannya pada kebahagiaan yang dia tolak. Dia selalu membawa saputangan-saputangan itu bersamanya, dan dia menyanyikan bait yang menghancurkan: 问世间,情为何物,直教生死相许 (Wèn shìjiān, qíng wèi hé wù, zhí jiào shēngsǐ xiāng xǔ) — "Tanya dunia: apa itu cinta, sehingga mengikat kehidupan dan maut bersama?"
Tragedi adalah bahwa Li Mochou dan Yang Guo (杨过 Yáng Guò) mengajukan pertanyaan yang sama. Keduanya diliputi cinta. Cinta Yang Guo menjadikannya seorang pahlawan; cinta Li Mochou menjadikannya penjahat. Perbedaannya bukan pada emosinya — tetapi apa yang terjadi ketika emosi itu tidak dibalas. Jin Yong sangat jujur di sini: cinta yang tak terbalas tidak selalu membuat Anda menjadi mulia. Kadang-kadang, itu membuat Anda berbahaya.
Kematian Li Mochou adalah salah satu yang paling menyentuh dalam fiksi Jin Yong. Terjebak dalam lingkaran api, Li Mochou bisa melarikan diri — dia memiliki keterampilan seni bela diri. Sebaliknya, dia duduk dalam api, menggenggam saputangan-saputangan itu, dan membiarkan dirinya terbakar. Bahkan di akhir, dia tidak bisa melepaskan cinta yang menghancurkannya. Catatan terkait: Yue Buqun: Hipokrit Paling Menakutkan dalam Sastra Tiongkok.
Murong Fu: Pewaris yang Tidak Memiliki Apa-apa
Murong Fu (慕容复 Mùróng Fù) dari 天龙八部 (Tiānlóng Bābù) — Demi-Gods and Semi-Devils — terlahir dengan segalanya: penampilan menawan, kecerdasan, pelatihan seni bela diri yang luar biasa, dan kekayaan keluarga. Seharusnya dia menjadi pahlawan. Sebaliknya, dia dihancurkan oleh warisan yang tidak pernah dia minta — mimpi keluarga Murong untuk mengembalikan Kerajaan Yan (大燕 Dà Yān).
Mimpi ini telah diwariskan melalui generasi, dan Murong Fu adalah wadah terbarunya. Dia tidak memilih beban ini; beban ini ditempatkan padanya saat lahir. Setiap keputusan yang dia buat — meninggalkan Wang Yuyan (王语嫣 Wáng Yǔyān), mengkhianati sekutunya — diwarnai oleh warisan ini yang tidak pernah dia inginkan.