Villains Jin Yong: Kenapa Karakter Jahat Seringkali Menjadi Karakter Terbaik
Masalah Villain
Sebagian besar fiksi memiliki masalah villain: tokoh jahat kurang menarik dibandingkan tokoh baik. Mereka ada untuk dikalahkan, dan motivasi mereka sering berupa hal-hal yang dangkal — keserakahan, kekuasaan, balas dendam, kejahatan yang generik.
Jin Yong tidak memiliki masalah ini. Villain-nya sering kali menjadi karakter paling menarik dalam novel-novelnya, karena dia memberikan kedalaman psikologis yang sama kepada mereka seperti yang dia berikan kepada pahlawannya.
Ouyang Feng: Kegilaan sebagai Kebebasan
Ouyang Feng, Sang Racun Barat, adalah salah satu dari Lima Besar — lima seniman bela diri terkuat di dunia. Dia juga, pada akhir Legenda Pahlawan Elang, benar-benar gila.
Kegilaannya tidak acak. Itu adalah hasil dari berlatih manual seni bela diri secara terbalik — secara harfiah membalik aliran energi internalnya. Teknik ini membuatnya lebih kuat tetapi menghancurkan pikirannya. Dia tidak bisa lagi mengingat siapa dirinya.
Yang membuat Ouyang Feng menarik adalah bahwa kegilaannya membebaskannya. Ouyang Feng yang waras adalah orang yang berhitung, kejam, dan terobsesi untuk menjadi yang terkuat. Ouyang Feng yang gila tidak terduga, kadang-kadang baik hati, dan tidak lagi terbebani oleh ambisi. Jin Yong sepertinya menunjukkan bahwa kehilangan akal sehat adalah hal terbaik yang pernah terjadi padanya.
Yue Buqun: Sang Hipokrit
Yue Buqun dalam Pendekar Tersenyum, Pengembara Bangga adalah villain paling realistis yang pernah diciptakan Jin Yong. Dia adalah pemimpin sekte "benar". Dia dihormati, memiliki martabat, dan berprinsip. Dia juga seorang penipu.
Kejahatan Yue Buqun tidak dramatis. Dia tidak tertawa jahat atau melakukan monolog. Dia hanya membuat serangkaian keputusan rasional untuk melindungi kekuasaan dan reputasinya, masing-masing sedikit lebih kompromis daripada yang terakhir, sampai dia mengkhianati semua orang yang mempercayainya.
Ini mengerikan karena itu dapat dikenali. Kita semua pernah mengenal seorang Yue Buqun — seseorang yang kebajikan publiknya menyembunyikan korupsi pribadi. Wawasan Jin Yong adalah bahwa villain yang paling berbahaya bukanlah yang secara terbuka menerima kejahatan, tetapi yang dengan tulus percaya bahwa dia baik. Lihat juga Yue Buqun: Sang Hipokrit Paling Menakutkan dalam Sastra Tiongkok.
Ren Woxing: Sang Tirani yang Jujur
Ren Woxing, mantan pemimpin Sun Moon Holy Cult, adalah seorang tiran. Dia menuntut ketaatan mutlak. Dia menghukum ketidaksetiaan dengan kematian. Dia, dengan ukuran apapun, adalah pemimpin yang mengerikan.
Tetapi dia jujur tentang hal itu. Ren Woxing tidak berpura-pura menjadi orang yang benar. Dia tidak mengklaim kekuasaan moral. Dia secara esensial mengatakan: Saya berkuasa, saya ingin kekuasaan, dan saya akan mengambilnya. Dalam novel di mana faksi "benar" dipimpin oleh seorang hipokrit, kejujuran Ren Woxing hampir menyegarkan.
Jin Yong menggunakan Ren Woxing untuk mengajukan pertanyaan yang tidak nyaman: apakah tiran yang jujur lebih baik daripada demokrat yang tidak jujur? Novel ini tidak memberikan jawaban definitif, tetapi fakta bahwa ia mengajukan pertanyaan tersebut adalah apa yang membuatnya hebat.
Pola
Villain terbaik Jin Yong memiliki ciri umum: mereka mengungkapkan sesuatu yang benar tentang dunia yang dihuni para pahlawan. Ouyang Feng mengungkapkan bahwa pencarian kekuasaan tertinggi adalah bentuk kegilaan. Yue